Assalamu'alaikum Wr. Wb..
Disini saya akan sedikit membahas tentang kampung halaman, tempat dimana kita dilahirkan, tempat dimana kita tinggal, tempat yang memiliki berbagai macam kenangan di setiap sudutnya, tempat yang mungkin ditanah tersebut kita akan diperistirahatkan dari segala macam urusan dunia.
Sebelumnya, misal ada seeorang bertanya, "kok kucing / ayam / kambing / bahkan burung sekalipun yang dibiarkan bebas oleh pemiliknya untuk mencari makan diluar, disaat jam-jam tertentu bisa kembali lagi ke kandangnya atau kerumah pemiliknya?? seorang lagi menjawab, "mungkin mereka sudah nyaman, mungkin mereka rindu bisa jadi.
Kemudian, adakah saat ini diantara kita yang sedang berada jauh dari kampung halaman? Merantau keluar kota, provinsi bahkan keluar negeri, adakah? Lalu, misal ditanya kapan waktu kita kembali ke tempat asal kita? perminggu kah? bulankah? atau sampai tahunan?? Sebenarnya kita ini milik siapa ya, iya jelas milik Sang Pencipta Allah SWT. Akan tetapi kita di dunia ini juga dititipkan melalui kedua orang tua kita. Kita ini milik bapak ibu kita. Sekarang ini kita hanya dilepas tuk mencari kebutuhan kita dan tentu akan kembali ke pemilik kita.
Beruntunglah bagi kita yang masih memiliki cukup waktu dan kesempatan untuk pulang ke kampung halaman dibalik segala aktivitas dan kesibukan kita diperantauan. Kita mungkin tidak menyadari, kepulangan kita mungkin membawa kebahagiaan bagi orang lain, selain kedua orang tua kita pastinya, tapi orang lain juga. Kita pulang naik bus, kereta, pesawat, kapal, tentu butuh tiket. Kita beli tiket mereka dapat penghasilan. Siapa tahu dengan kepulangan kita, teman-teman lama kita, mereka akan senang. Ketika bertemu saling bertukar cerita, ingatan masa lalu tentang kebersamaan, kejahilan, dan kenakalan kembali muncul. Betapa asiknya masa-masa itu.
Disini saya tidak mencoba menghakimi orang-orang yang benar-benar sibuk dengan aktivitasnya sampai sangat sulit untuk meluangkan waktu untuk pulang ke kampung halamannya. Memang setiap orang punya prinsip dan tujuan yang berbeda-beda. Misalnya, pantang pulang sebelum sukses, pantang pulang sebelum wisuda, pantang pulang sebelum dapat jodoh dan lain sebagainya. Saya tidak ingin menjudge bahwa itu adalah hal yang buruk.
Yang sangat disayangkan disini adalah ketika seorang yang memiliki waktu dan kesempatan untuk pulang, tetapi tidak mereka gunakan. Misalnya dengan alesan tidak sempat, sangat sibuk padahal tidak begitu, males capek dijalan dan mungkin yang parahnya lagi tidak ada niatan sedikitpun untuk pulang. Harus kita ingat, kita ini miliki siapa? kita cuma titipan. Bapak Ibu kita yang punya. Terus kita tidak mau pulang ke pemilik kita?? kalau gitu kita kalah sama kambing. Kambing saja tahu kapan dan kemana mereka akan pulang, Kenapa kita tidak?? kita juga dibekali dengan akal untuk berpikir agar berbeda dengan kambing dan kawan-kawannya. Oke, misal maaf kalau Bapak Ibu sudah tidak ada, terus mau ketemu siapa? saudara-saudara pakde bude om tante dan lain-lain? oke, misal juga tidak punya. Teman? tidak punya juga. Setidaknya pernah ada kenangan disana dengan melihat, mengunjungi, membayangkan kedetailan peristawa yang pernah terjadi saat itu.
Sekali lagi, mengingatkan saja bagi yang masih merasa dimiliki seseorang, pulanglah. Pemilikmu rindu, tidakkah kamu juga? jangan biarkan obsesimu itu terus-terusan berusaha menunda kepulanganmu. Entah siapa yang akan menjamin, kalau segala hal yang ketika kamu pergi akan tetap sama saat kamu kembali. Mungkin ketika kamu kembali dengan membawa semua keberhasilanmu, ada salah satu atau orang yang kamu ingin tunjukkan kepadanya tentang kesuksesanmu sudah tidak ada lagi. Tentu kita bisa merasakan dan mengetahui kapan kita harus kembali tuk sesaat, menghela nafas sejenak dari padatnya antrian goal kita. Jangan sampai ada penyesalan, kalaulah harus ada perpisahan tentu kenangan indah yang kita harapkan.
Semoga diri kita, keluarga kita, teman-teman kita, dimanapun mereka berada selalu diberi kesehatan, kelimpahan rizqi yang barokah, semangat dalam beraktivitas, serta terjalinnya hubungan komunikasi yang baik dan lancar sebagai sarana penghantar rindu. Intinya jangan lupa jalan pulang.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
0 komentar:
Posting Komentar